MUI Serukan Sholat Tarawih di Rumah Pada Wilayah Zona Merah Penyebaran Covid-19

KABUPATEN BEKASI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menyerukan wilayah yang masih masuk zona merah covid-19 agar melaksanakan shalat tarawih di rumah saja. Imbauan tersebut agar menghindari penyebaran virus corona di bulan suci Ramadhan.

Dengan begitu, wilayah dengan katagori zona merah penyebaran Covid-19 dilarang melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid ataupun musala.

“Kami menganjurkan agar wilayah yang masih zona merah melaksanakan salat di rumah bersama keluarga inti saja,” kata Sekretaris MUI Kabupaten Bekasi Muhiddin Kamal.

Ia menerangkan kebijakan ini sesuai fatwa MUI Pusat. Selain dilarang salat tarawih, wilayah zona merah juga dilarang menggelar salat Idul Fitri.

Upaya itu sebagai pencegahan penyebaran corona di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Jadi nanti cek KTP nya juga yang berada di zona merah tidak diperkenankan ikut salat di wilayah zona hijau,” tutur dia.

MUI Kabupaten Bekasi akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan dalam menjalankan kebijakan ini.

Pihaknya juga berencana mendistribusikan surat edaran berkenaan anjuran ini pada lima hari menjelang Bulan Ramadan.

“Nanti kita dapat data dari Dinkes wilayah mana saja yang hijau, kuning, oranye, maupun merah. Data itu sebagai dasar membuat surat edaran berkenaan pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadan, Salat Jumat ataupun Salat Idul Fitri,” katanya.

Ia juga menghimbau bagi wilayah zona hijau juga wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

Mulai rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan area tempat ibadah, jamaah wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Itu boleh (zona hijau) Salat Jumat, tarawih, maupun salat ied dengan catatan 50 persen dari kapasitas ruangan dan tetap mengikuti protokol kesehatan terutama menjaga jarak dan memakai masker,” paparnya. (Pobek)