Asuransikan Sawah Ke Jasindo, Jika Fuso Bisa Klaim Ganti Rugi Rp 6 Juta Per Hektar

 

KABUPATEN BEKASI – Tingkat kesadaran petani di Kabupaten Bekasi untuk mengasuransikan sawahnya terbilang masih minim. Padahal, asuransi ini melindungi para petani padi dari risiko gagal panen akibat banjir, penyakit, kekeringan, serta serangan organisme yang merusak tanaman.

“Ya petani kurang minat untuk mengasuransikan sawahnya, padahal preminya per hektar Rp 36 ribu, permusim Tanam. Jadi sudah disubsidi oleh pemerintah,” jelas Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum.

Pemkab Bekasi ditargetkan sebanyak 1000 hektar sawah bisa terasuransikan. Jumlah tersebut sesuai dengan rapat target yang telah ditetapkan dari pusat dan telah di rapatkan di provinsi Jawa Barat.

“Kita target dari pusat 1000 hektar, tetapi kami belum bisa 100 persen,” katanya.

Dia mengungkapkan jika pemeritah Kabupaten Bekasi telah berusaha maksimal mensosialisasikan program Kementerian Pertanian itu. Bahkan, tim yang diterjunkan dari Dinas Pertanian mengajak petani di Kabupaten Bekasi mengasuransikan sawahnya dengan cara dor to dor.

“Ya kadang petani itu merasa aman dan nyaman dengan lahan pertanian yang digarapnya, padahal kita selalu ingatkan,” tambahnya.

Pada proses asuransi sawah, Nayu menjelaskan ada syarat yang harus dilakukan petani untuk mengikuti asauransi dari Jasindo itu. Syarat2 mengikuti AUTP Antara lain :

1. umur tanaman padi tidak boleh lebih dari 30 Hari setelah Tanam (Hst).

2.  Petani memiliki KTP dan bergabung dalam Kelompok Tani.

3. Luas lahan maximal 2(dua) hektar perpetani.

   Bila mengalami gagal panen(fuso) lebih dari 75 % petak alami, sudah bisa klaim, dapat pertanggungan sebesar Rp 6 juta rupiah per hektar.

Cara klaim ada di isi form 8 dan lampirkan photo kerusakan (open Camera).

Proses klaim dlm juknis 14 hari kerja, tetapi kenyataannya rata2 lebih dari 30 hari kerja. (Pobek)