Soal THR Karyawan, ASPHRI Minta Disnaker Koordinasi dengan Kawasan Industri

KABUPATEN BEKASI – Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (ASPHRI) menyambut baik didirikannya posko tunjangan hari raya (THR) Keagamaan 2021 oleh Disnaker Kabupaten Bekasi.  

“Satu hal penting, diharapkan pihak Disnaker juga membentuk tim khusus yang langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terkait pembayaran THR,” jelas Ketua Umum ASPHRI, Yosminaldi.

Dia juga meminta Disnaker bisa berkoordinasi dengan masing-masing kawasan industri yang memiliki forum HRD.

“Jika ditunggu pengaduan, dikawatirkan bisa saja ada pekerja yang enggan atau bisa jadi ada perusahaan “nakal” yang sudah “berkoordinasi” dengan pekerja untuk membayar THR kurang dari satu bulan gaji dengan sejumlah alasan,” katanya.

Sesuai Kepmenaker, lanjut pria yang biasa disapa Yos itu, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak membayar THR sesuai aturan bahkan mencicil sekalipun. Jika pencicil, harus dilunasi setidaknya satu hari sebelum hari raya iedul fitri.

Bahkan, Yos mengendus masih banyak perusahaan-perusahaan yang “bargaining position” para pekerjanya masih lemah dihadapan pengusaha. Apalagi perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki SP.

“Kita berharap agar semua perusahaan mematuhi Kepmenaker yang mewajibkan pembayaran THR tepat waktu kepada seluruh karyawannya. Namun, bila benar-benar tidak mampu, harus juga mengikuti prosedur yang sudah diatur oleh regulasi pemerintah dan dilakukan secara transparan dengan berkoordinasi dengan Disnaker setempat,” katanya. (Pobek)