Sembako Dipajaki, H. Syahrir : Daya Beli Masyarakat Bisa Turun Drastis!

KABUPATEN BEKASI – Daya beli masyarakat dipastikan bakal turun drastic jika pemerintah mempajaki (PPN) sembako. Saat ini saja, masyarakat menjerit dengan kenaikan harga kebutuhan bahan-bahan pokok.

“Harga kebutuhan pokok masyarakat itu kan fluktuatif, kadang naik kadang turun. Dan seringnya naik karena dipengaruhi beberapa factor. Lho apalagi kalau dipajaki, sudah menjerit ya tinggal menangis saja masyarakat,” tegas anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir pada Sabtu (12/06).

Menurut politisi partai Gerindra itu, seharusnya pemerintah lebih peka terhadap persoalan ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat bawah. Dimasa pandemic ini, idealnya pemerintah memberikan stimulus terhadap kebutuhan masyarakat seperti sembako agar harganya semakin terjangkau.

Kondisi pandemic, secara langsung menurunkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok. “Apalagi bahan pokok yang naik tuh, pasti konsumsinya dikurangi,” tambahnya. Ada beberapa bahan pokok yang menjadi target pemerintah untuk dipajaki. Di antaranya, Sembako yang akan dikenakan PPN itu di antaranya beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran dan umbi-umbian.

Apalagi belum lama ini pemerintah menurunkan pajak atas barang mewah seperti mobil (PPnBM). Kondisi tersebut, katanya, bakal mengusik rasa keadilan ditengah-tengah masyarakat. Sebab, mempajaki sembako memiliki dampak luas dan semua lapisan masyarakat akan merasakannya. Berbeda dengan pajak barang mewah dimana yang merasakan hanya mereka kelas menengah atas.

“Jelas mempajaki sembako bertentangan dengan semangat memperbaik kondisi perekonomian pasca pandemic covid-19,” tandasnya. (Pobek)