Biaya Kesehatan Bukan Menjadi Pengahalang Bagi Riski Ketika Sakit

KABUPATEN BEKASI – Sampai saat ini telah banyak peserta dari berbagai lapisan masyarakat yang telah merasakan manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Tanpa disadari program ini telah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat. Orang miskin dilarang sakit, pepatah itu tak berlaku lagi bagi Riski Andrianto (35).

Pasca terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Riski selalu mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi ia dan keluarganya, sehingga dia tak cemas ketika mengalami masalah pada kesehatannya. Kala itu, ia menyebut saat istrinya melahirkan anak pertama Riski tak merasa cemas memikirkan biaya persalinan sang istri. Sebab, pembiayaanya sudah ditanggung semua oleh BPJS Kesehatan.

Pada saat kehamilan istrinya mulai dari kontrol ke dokter hingga sampai persalinan Riski mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia mengatakan selama proses tersebut dirinya tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

“Alhamdulillah pernah menggunakan kartu JKN saat istri saya melahirkan anak pertama. Mulai dari kontrol kehamilan hingga proses melahirkan saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali, semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ya paling juga hanya mengeluarkan biaya bensin untuk transportasi, jadi untuk berobat saya sama sekali tidak mengeluarkan uang. Mantap lah menjadi peserta JKS-KIS,” kenangnya sambil canda, Senin (12/04).

Riski mengakui jika sebelum menjadi peserta JKN-KIS apapun selalu dipersiapkannya ketika menghadapi masalah kesehatan. Namun, saat ini dia tak perlu khawatir memikirkan biaya berobat karena telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBPU kelas II. Sakit apapun yang diderita dirinya selalu mengandalkan kartu sakti JKN-KIS, baik pengobatan ke klinik atau ke rumah sakit.

“Sebelum terdaftar sebagai peserta ketika sakit saya juga selalu kepikiran biaya untuk berobat. Namun saat ini saya tak perlu memikirkan biaya berobat lagi karena telah terdaftar sebagai peserta PBPU kelas II. Ya kalau bicara sakit siapa sih yang mau sakit, saya pun ingin sehat selalu. Tetapi sakit kan sudah menjadi masalah lumrah dan tidak tahu kapan datangnya. Yang penting ada obatnya, ketika kita berobat pun tak pusing dengan biaya pengobatan,” tandasnya. (rls/pobek)