H. Syahrir Minta Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal Perketat Prokes


KABUPATEN BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir meminta para pekerja di sektor esensial dan kritikal yang masih menjalankan tugas dimasa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat agar memperketat protokol kesehatan (prokes).


H. Syahrir merasa khawatir para pekerja sector esensial dan kritikal terpapar covid-19. Apalagi virus Covid-19 varian Delta yang saat ini menyebar di Jawa Barat sangat cepat laju penularannya. Terlihat dari lonjakan kasus pada Jumat (9/7) mencapai 7.399 kasus baru dalam satu hari, dan Jawa Barat masih termasuk salah satu penyumbang tertinggi di Indonesia.


“Covid delta ini lebih menular dan membahayakan, jadi kalau kita mau keluar meskipun menggunakan mobil pribadi tetap jalankan prokes ketat, saya pikir dengan pelaksanaan yang ketat dan kesadaran dari semua pihak, kita harapkan berdampak pada menekan laju covid dan seharusnya bisa,” ujarnya.


Syahrir mengatakan, dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktivitas bekerja.


“Perusahaan juga harus menerapkan protokol kesehatan itu, mobilisasi dari pekerja yang perlu diperhatikan. Nah itu kami mengharapkan dengan protokol kesehatan yang ketat tetap harus ada kewaspadaan. Kewaspadaan terkait dengan varian baru dan lain sebagainya. K3, yaitu keselamatan dan kesehatan kerja dari pekerjanya harus terjaga,” kata Syahrir.


Anggota DPRD Jabar dapil Kabupaten Bekasi ini juga mengingatkan seluruh masyarakat jangan lengah apalagi abai pada prokes pencegahan virus Covid-19. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti agar selalu menggunakan masker berlapis ketika keluar rumah atau berada di tempat umum, menjaga jarak, tidak berkerumun, serta rajin mencuci tangan atau membawa hand sanitizer.


“Usahakan pakai masker doubel meskipun menggunakan kendaraan pribadi, dan pastikan kaca mobil terbuka sehingga sirkulasi udara berputar. Ingat Covid Delta ini sangat menular, jadi betul-betul wajib social distancing dan hindari kerumunan,” tandasnya.


Adapun aturan Work From Office (WFO) bagi sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, serta industri yang berorientasi ekspor diperbolehkan melakukan sistem kerja dari kantor dengan kapasitas 50% dari jumlah keseluruhan pekerja.


Sedangkan sektor kritikal seperti sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan, minuman, petrokimia, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar listrik dan air, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diperbolehkan melakukan sistem kerja dari kantor dengan penuh, yakni kapasitas maksimum 100% dengan memperhatikan prokes ketat. (rls/Pobek)