Niatkan Menolong Orang Lain, Tinzeh Ikhlas Membayar Iuran JKN-KIS

KABUPATEN BEKASI – Ikhlas dan selalu yakin bahwa sekecil apapun perbuatan baik akan ada balasan baik pula. Setidaknya, itulah kalimat yang diyakini Tinzeh (35). Meskipun telah terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia sehat (JKN-KIS) selama empat tahun dan belum pernah menggunakannya, dia merasa ikhlas membayar iuran karena ada rasa keyakinan iuran yang dibayarkannya bisa menolong orang lain.

Ibu dengan satu anak yang tinggal di Cikarang ini mengatakan awalnya dia menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), namun setelah sekitar dua tahun lalu bekerja di salah satu perusahaan, kepesertaanya dialihkan menjadi peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari badan usaha. Selama itu pula ia mengaku belum pernah sama sekali merasakan manfaat JKN-KIS namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Tinzeh untuk terus membayar iuran agar kartu tetap aktif.

“Saya sudah ada empat tahun terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Awalnya saya terdaftar sebagai peserta mandiri yang berbayar sendiri tiap bulannya namun sekitar dua tahun lalu ketika telah bekerja di salah satu perusahaan kepesertaan saya dialihkan ke segmen peserta PPU badan usaha dan untuk pembayaran iuran langsung dibayarkan dari tempat bekerja. Meskipun sampai saat ini belum pernah saya gunakan, tidak jadi masalah bagi saya. Saya ikhlas dan semoga dari iuran yang saya bayarkan bisa membantu banyak orang,” jelas Tinzeh, Jum’at (30/04).

Tinzeh membagikan kiatnya mengapa dirinya bisa sehat dan jarang sakit. Salah satu di antaranya selalu berpikir positif. Terlebih dirinya selain kerja di perusahaan juga merangkap sebagai ibu rumah tangga saat dirumah. Dia tidak menjadikan faktor lelahnya bekerja sebagai salah satu alasan yang membuat dirinya mudah marah. Meski begitu menjadi peserta JKN-KIS dinilainya sangat penting sebagai antisipasi agar ketika dirinya sakit ia mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Berpikir positif jangan mudah marah, insyaallah badan sehat. Jangan dengki sama orang lain dan perbanyak silaturahmi saja. Namun dengan menjadi peserta JKN-KIS itu pun penting bagi diri saya dan keluarga, sebagai antisipasi ketika sakit saya mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tandasnya. (rls/pobek)