Tingkatkan Pemahaman JKN-KIS, BPJS Kesehatan Lakukan Sosialisasi Perjaka Kepada Badan Usaha

KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka memberikan pemahaman yang optimal kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), BPJS Kesehatan Cabang Cikarang mengadakan sosialisasi kepada Badan Usaha yang terdaftar di Kabupaten Bekasi terkait Perlindungan Jaminan Kesehatan bagi Pekerja (Perjaka), Rabu (05/05).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, perwakilan Apindo Kabupaten Bekasi, serta perwakilan dari serikat kerja.

Kepala Cabang Cikarang BPJS Kesehatan Arief Setiadi mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait Perjaka bagi peserta PPU BU. Arief menambahkan Perjaka memiliki tujuan untuk mewujudkan perlindungan kesehatan yang optimal bagi peserta segmen PPU BU, mencapai komunikasi yang baik antara BPJS Kesehatan dan para pemangku kepentingan pekerja.

“Selain itu, kehadiran Perjaka itu harapannya menjadi media koordinasi antar instansi dan lembaga/organisasi dalam monitoring dan evaluasi implementasi terkait pelaksanaan penjaminan kesehatan bagi PPU BU,” jelas Arief.

Arief menyebut, para pekerja juga memberikan pengaruh baggi jumlah kepesertaan JKN-KIS untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC). Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, seluruh badan usaha dapat mendaftarkan seluruh pekerjanya agar bisa mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh Program JKN-KIS.

Dihubungi terpisah, Gandhi salah seorang HRD di sebuah perusahaan di Kabupaten Bekasi menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan yang telah mengadakan sosialisasi terkait Perjaka. Menurutnya sosialisasi tentang Perjaka yang disampaikan sangat menarik karena sangat membantu pekerja untuk mendapatkan hak-haknya dalam Program JKN-KIS.

“Pada dasarnya BPJS Kesehatan No. 05 Tahun 2020 sangat membantu pekerja untuk mendapatkan hak-haknya dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Namun kami berharap sistem yang ada pada saat ini dapat ditingkatkan kembali agar bisa membantu kami mempermudah pengurusan hak-hak pekerja tersebut. Sistem digitalisasi yang sangat mumpuni akan memberikan dampak positif bagi kepercayaan masyarakat pada BPJS Kesehatan,” ujar Gandhi. (rls/pobek)