Kabupaten Bekasi Masuk PPKM Level 4, Dewan Faizal Minta Industri Lebih Peduli

KABUPATEN BEKASI – Pada perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, pemerintah memasukan Kabupaten Bekasi pada PPKM level 4. Dari aturan, PPKM level 4 ini tidak ada bedanya dengan PPKM Darurat.

Status tersebut membuat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid meminta semua elemen mulai dari pemerintah daerah sampai masyarakat lebih disiplin lagi terhadap prokes. Bahkan, dia juga meminta pihak perusahaan serius atau lebih peduli terhadap karyawannya yang terpapar covid-19.

“Awalnya kan dari kluster industri penyebaran covid-19 ini, karyawannya tinggal dipemukiman perumahan lalu penyebarannya dengan mudah kemana saja,” kata Faizal pada Rabu (21/07).

Makanya, Faizal meminta perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi bertanggungjawab terhadap karyawannya yang menjalani isolasi mandiri. Jangan sampai, proses isoman sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat sekitar.

“Jangan sampai dilimpahkan ke masyarakat sehingga masyarakat menjadi repot karena mengurus warganya yang terpapar covid-19. Ditingkat RT ada Satgasnya, mereka menjadi ribet karena ada keterbatasan juga,” jelas Faizal

Dia menilai jika penyebaran covid-19 dari karyawan yang tinggal di perumahan masuk kategori waspada. Katanya, di tempatnya tinggal, dari 600 jumlah KK hampir lebih dari 10 persen terpapar covid.

“Jadi ada 60 rumah, kalau yang terkena sekitar 120 orang selama satu bulan ini,” tambahnya

Apalagi saat ini, paparan covid-19 juga tak hanya terjadi di wilayah perumahan tetapi juga sudah masuk perkampungan.

“Jadi awalnya dari kluster industri dan harus bertanggungjawab! Dampak dari industri, tempat kerjanya sama satu ruangan satu AC, kena satu ya kena semua,” ujarnya.

Faizal mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan perusahaan, di antaranya memberlakukan pembatasan jumlah karyawannya atau work from home 50 persen. Namun, perusahaan tetap mempedulikan karyawannya yang tinggal dilingkungan perumahan.

Selain itu, lanjutnya, juga pemberian vitamin untuk meningkatkan imunitas dan pemberian gizi yang lebih baik kepada karyawan. “Ya itu kan sudah dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Tetapi sekali lagi peran perusahaan juga harus terlibat sampai ke wilayah perumahan yang dihuni banyak karyawan,” katanya.

Dia juga meminta agar masyarkaat tetap jaga prokes 5 M karena PPKM masih berlangsung sampai 25 Juli ini. (Pobek)