Guru Honorer Asal Cikarang Ini Sangat Terbantu Dengan Program JKN-KIS

KABUPATEN BEKASI – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah dirasakan manfaatnya bagi tiap lapisan masyarakat. Tak terkecuali Munifah (30), wanita yang berprofesi sebagai guru honorer ini telah mersakan banyak manfaat sebagai peserta Program JKN-KIS. Menurut Munifah menjadi guru yang selalu aktif mengajar tidak lepas dari persoalan kesehatan dan perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal ketika mengalami sakit.

“Intinya dengan adanya Program JKN-KIS ini saya merasakan betul manfaatnya. Bagi kami para tenaga pendidik, kehadiran JKN-KIS yang memberikan pelayanan kesehatan dirasakan sangat membantu sekali. Terlebih ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit, kita sebagai seorang ibu akan merasa khawatir, bukan hanya khawatir terhadap kesehatan anggota keluarga tetapi juga khawatir akan biaya pengobatannya,” ujar Munifah mengawali perbincangan, Senin (21/06).

Wanita yang telah memiliki satu orang anak ini mengatakan ia beserta keluarga telah terdaftar sebagai peserta PBPU kelas 3 dan selalu menggunakan kartu JKN-KIS saat berobat. Munifah menceritakan sebelumnya pernah menggunakan JKN-KIS untuk menjalani proses persalinan anak pertama. Dalam masa perawatannya ia mengakui mendapatkan pelayanan yang maksimal dari rumah sakit dan tidak diminta iur biaya sedikitpun. Bahkan belum lama ini Munifah kembali menggunakan kartu JKN-KIS ketika putranya mengalami demam.

“Beberapa tahun lalu saya melakukan persalinan anak pertama menggunakan kartu JKN-KIS. Hasilnya selama masa perawatan saya mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihak rumah sakit dan tidak diminta iur biaya sedikitpun. Bahkan belum lama ini anak saya mengalami demam dan saya membawa ke klinik tempat keluarga saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Diberikan obat demam oleh dokter klinik yang bagus dan cocok untuk anak saya. Beberapa hari kondisinya sudah sehat sedia kala,” kenangnya.

Munifah juga mengajak kepada semua rekan guru honorer agar mendaftarkan dirinya beserta keluarga ke dalam Program JKN-KIS. Bahkan kepada beberapa teman yang belum terdaftar sebagai Peserta, kadang Munifah membagikan pengalamamnya saat menggunakan JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (rls/pobek)