Potret Bekasi
Image default

Jadi Peserta JKN-KIS, Bentuk Proteksi Akbar Lindungi Diri Dari Penyakit

KABUPATEN BEKASI – Meskipun saat ini masih lajang, persoalan kesehatan menjadi telah perhatian Akbar (28). Pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini telah mendaftarkan dirinya menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3. Pria asal Setu, Kabupaten Bekasi ini mengatakan awal ia mendaftarkan diri sebagai peserta JKN ketika ia mendengar kisah temannya yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun belum terdaftar sebagai peserta JKN.

“Bagi saya sangat penting menjadi peserta JKN-KIS, sebagai antisipasi sesuatu yang tak diinginkan dikemudian hari untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan dengan baik. Awalnya saya akui saya tidak terlalu peduli jika belum terdaftar sebagai peserta JKN terlebih usia masih terbilang muda dengan kondisi badan yang masih prima. Namun saya berubah pikiran setelah mendengar pengalaman teman saya yang sedang mengalami sakit dan belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN. Di rumah sakit teman saya diminta biaya yang cukup tinggi sementara dia tidak memiliki uang yang cukup,” kenang Akbar, Selasa (22/06).

Merujuk pada pengalaman dari temannya, kemudian Akbar memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Ia yakin dengan menjadi peserta JKN-KIS akan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan ketika suatu saat mengalami sakit serta tidak cemas memikirkan biaya pengobatan. Akbar mengakui tidak ingin pengalaman temannya terulang kembali kepada dirinya. Terlebih ketika suatu saat nanti ia telah menikah ia tidak ingin keluarganya mengalami kesulitan.

“Pengalaman teman saya yang lalu saya jadikan pelajaran bagi saya. Saya kemudian putuskan untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Saya tidak ingin kasus yang terjadi pada teman saya itu terulang kembali pada saya. Saya ingin mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal tanpa harus mencemaskan biaya ketika suatu saat nanti membutuhkan. Apalagi ketika suatu saat nanti saya menikah, saya tidak ingin keluarga saya mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Akbar juga mengajak ke semua generasi muda agar segera mendaftar menjadi peserta Program JKN-KIS. Jangan sampai sadar mendaftar setelah mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan akibat tak memiliki biaya pengobatan. Ia mengatakan mendaftar menjadi peserta JKN-KIS sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Mendaftar sedari dini juga menurutnya berarti peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.

“Saya pribadi mengajak kepada generasi muda untuk segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga menjadi peserta JKN-KIS, hal ini dilakukan dengan kesadaran bukan paksaan ya. Lebih baik kita mendaftarkan diri sebagai peserta sedini mungkin, jangan sampai baru mendaftar setelah ada pengalaman yang kurang menyenangkan. Menjadi peserta JKN sejak dini juga menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga,” pungkasnya. (rls/pobek)

Berita Lainnya

ASPHRI Apresiasi Vaksin Sinovac Gratis Bagi Karyawan

Redaksi Potret

Investasi Properti, Pilihan Paling Aman Ditengah Sentimen Virus Corona

Redaksi Potret

Pembiayaan Bunga Rendah Jababeka Residance Berkolaborasi dengan CIMB Niaga

Redaksi Potret