Potret Bekasi
Image default

JKN-KIS Bantu Uli Atasi Gejala Hipotensi

KABUPATEN BEKASI – Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHG. Hipotensi umumnya tidak berbahaya dan dapat dialami oleh siapa saja. Banyak yang bisa menjadi penyebab tekanan darah menjadi rendah. Biasanya yang dirasakan para penderita tekanan darah rendah yaitu kondisi tubuh kurang stabil, letih dan lesu serta konsentrasi terasa berkurang.

Itulah salah satu penyakit yang biasa dialami oleh Uli (33). Dirinya mengakui jika selama ini sering mengalami Hipotensi. Kondisi tersebut sudah ia rasakan sejak lama dan dapat dikategorikan itu merupakan penyakit bawaan dari kecil. Oleh sebab itu, ia selalu siap siaga apabila sewaktu-waktu mengalami tekanan darah rendah, salah satunya adalah dengan mendaftarkan dirinya beserta keluarga menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3.

“Saya sering mengalami sakit tekanan darah rendah, ini bukan sakit yang baru bagi saya karena sakit ini sudah saya alami sejak saya kecil. Untuk berjaga-jaga saya telah mendaftarkan diri saya beserta keluarga ke dalam Program JKN-KIS sebagai peserta PBPU kelas 3. Setiap kali saya merasakan keluhan darah rendah JKN-KIS selalu menjadi andalan saya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya, Senin (21/06).

Uli mengakui menjadi peserta JKN-KIS sangat bermanfaat untuk dirinya dan keluarga, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti dirinya. Baginya sudah menjadi kewajiban terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, sebab tidak direpotkan dengan tanggungan biaya saat berobat. Uli juga rutin membayar iuran tiap bulannya, ia tidak ingin apabila kartunya menjadi tidak aktif jika tidak melakukan pembayaran.

“Menjadi peserta Program JKN-KIS sangat saya rasakan manfaatnya. Tiap bulan selalu ada gejala darah rendah, bahkan bisa sebulan dua atau tiga kali. Karena ditanggung sebagai peserta JKN-KIS kalau ada keluhan gejala darah rendah saya langsung berobat ke klinik, saya tidak mau terlalu pikir panjang. Oleh sebab itu saya juga selalu rutin dalam membayar iuran tiap bulannya, saya tidak ingin kartu saya menjadi tidak aktif karena memiliki tunggakan,” tutupnya. (rls/pobek)

Berita Lainnya

Jababeka Hadirkan Hunian Sultan Kraton Residence

Redaksi Potret

Infrastruktur Mudah Rusak, Aspekindo Minta ULP Blacklist Kontraktor Nakal

Redaksi Potret

Pendidikan Tatap Muka Ditargetkan Bakal Digelar Juli 2021

Redaksi Potret