Potret Bekasi
Image default

Ikhlas Membayar Iuran JKN-KIS Demi Membantu Orang Yang Membutuhkan

KABUPATEN BEKASI – Ikhlas dan ridho dalam menjalani setiap aktivitas, itulah sikap yang selalu Jaja Nurdin (40) tanamkan pada dirinya, tak terkecuali menjadi salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Jaja yang sampai saat ini belum menggunakan kartu JKN-KIS tak pernah telat untuk membayar iuran setiap bulannya. Ia mengaku ikhlas jika iuran yang ia bayarkan dapat membantu peserta lainnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini saya belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat karena masih diberikan kesehatan. Biasanya kalau sakitpun hanya kecapean dan cukup beristirahat lalu pulih kembali. Walau begitu, saya ikhlas jika iuran yang saya bayarkan dipakai untuk membiayai pengobatan peserta lain yang membutuhkan. Setiap bulannya saya selalu ingat untuk bayar iuran kepesertaan saya. Ikhlas dalam melakukan semua kegiatan adalah motivasi saya,” ujar Jaja, Kamis (24/06).

Pria asli Sukamahi, Cikarang Pusat ini terdaftar sebagai Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri JKN-KIS kelas 3. Kesehariannya, Jaja bekerja sebagai tenaga pengajar disalah satu sekolah di Kabupaten Bekasi. Selama masa pandemi covid-19 ini Jaja mengajar melalui media online yang menurutnya lebih sulit dibandingkan dengan mengajar secara tatap muka. Selain berprofesi sebagai tenaga pengajar, Jaja juga merupakan salah satu wirausaha di bidang jasa konstruksi.

“Selama pandemi covid-19 ini saya mengajarkan siswa saya melalui aplikasi google meet atau zoom. Terkadang memang saya rasakan lebih sulit dibandingkan mengajarkan secara langsung, namun saya lakukan semua itu dengan semangat sebagai dedikasi saya sebagai tenaga pengajar. Selain mengajar saya juga memiliki usaha sampingan di bidang jasa konstruksi dan juga bidang lainnya. Sehingga saat orang membutuhkan jasa saya bisa lebih mudah karena semua tersedia,” ujarnya.

Jaja menjelaskan, dirinya memahami keberadaan BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan bagi setiap kalangan. Dengan hadirnya BPJS Kesehatan diharapkan tidak ada lagi orang tidak mampu yang tidak di terima rumah sakit karena hanya masalah biaya. Dengan kondisi tersebut Jaja mengaku sangat bangga bahkan dia rela dan ikhlas untuk terus membayar iuran Program JKN-KIS meskipun sampai saat ini belum pernah digunakan.

“Dulu sebelum ada Program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan istilah orang tidak mampu itu pasti di larang sakit karena tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan di rumah sakit. Sekarang setelah adanya BPJS Kesehatan, anggapan seperti itu hilang. Saya sangat bangga dengan adanya Program JKN-KIS ini, dan saya pasti akan terus membayar iuran perbulannya, karena jika tidak saya gunakan pun saya dapat membantu orang lain,” tutupnya. (rls/pobek)

Berita Lainnya

Asphri : UMK 2021 Mengacu ke Regulasi Ketenagakerjaan

Redaksi Potret

Hapus Derita Warga, BBWS Diminta Segera Perbaiki Tanggul Jebol Muaragembong

Redaksi Potret

Sapi Impor dan Lokal Bikin Ulah, Pedagang Daging di Pasar Cikarang Mogok Dagang

Redaksi Potret