Potret Bekasi
Image default

Lewat Pengalamannya, Mukar Ajak Masyarakat Jadi Peserta JKN-KIS

KABUPATEN BEKASI – Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ternyata membawa banyak manfaat bagi Mukar (55). Mukar beserta keluarga terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBN. Warga asal Cikarang Utara ini mengakui Program JKN-KIS sangat membantu saat keluarganya membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia mengakui telah beberapa kali menggunakan kartu JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun di rumah sakit.

“Saya beserta keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah. Saya sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena memiliki jaminan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Setiap membutuhkan pelayanan kesehatan saya selalu menggunakan kartu JKN saya. Jadi manfaatnya jelas sangat terasa sekali bagi kami sekeluarga,” ucap Mukar, Kamis (01/07).

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan itu menceritakan pernah menggunakan kartu JKN-KIS beberapa kali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pertama ketika ia mengalami sakit demam dan berobat di klinik tempatnya terdaftar. Selanjutnya saat anaknya dirawat di rumah sakit ketika mengalami gejala panas ia juga menggunakan kartu JKN-KIS. Ia mengatakan selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit anaknya mendapatkan penanganan yang baik dari tenaga kesehatan. Ia menambahkan selama perawatan di rumah sakit tidak mengalami kendala apapun bahkan tidak dipungut iur biaya.

“Saya pernah menggunakan kartu JKN-KIS saya ketika saya mengalami demam dan berobat di klinik tempat saya terdaftar. Lalu pernah anak saya dirawat di rumah sakit ketika mengalami gejala panas yang tinggi. Anak saya mendapatkan pelayanan di rumah sakit setelah sebelumnya mendapat rujukan dari klinik tempat terdaftar. Selama mendapatkan perawatan rawat inap di rumah sakit anak saya mendapatkan penanganan yang baik dari tenaga kesehatan. Alhamdulillah beberapa kali itu pula saya mendapatkan pelayanan kesehatan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun,” kenangnya.

Di akhir perbincangan, Mukar mengucapkan rasa terimakasih dengan adanya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Mukar mengaku tak tahu harus berbuat apa jika ia dan keluarga belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia mengatakan dari pengalaman ketika anaknya dirawat di rumah sakit jika berobat menggunakan biaya pribadi dapat mencapai biaya di atas dua juta rupiah.

“Saya beserta keluarga sangat berterimakasih sekali dengan adanya Program JKN-KIS ini karena telah membawa manfaat bagi mereka yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Saya tidak tahu harus bagaimana jika harus menggunakan biaya pribadi ketika anak saya sakit. Saya berharap kedepannya seluruh masyarakat telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan begitu jaminan kesehatan dapat dimiliki oleh semua lapisan masyarakat,” tutupnya. (rls/pobek)

Berita Lainnya

Upah Per Jam, Antara Madu dan Racun!

Redaksi Potret

Dewan Provinsi Jabar, H. Syahrir Bantu APD ke RS di Bekasi

Redaksi Potret

Tak Jelas Tangani Pencemaran Limbah Industri, Komisi C Siap Panggil DLH

Redaksi Potret